KURNIA
Mei 05, 2021Kalau aku ditanya siapa cinta pertamaku, mungkin jawabannya adalah kurnia. Meskipun sebelum dengan dia aku pernah dengan yang lain, tapi ku anggap itu cinta monyet karena aku masih hanya sekedar suka-suka tidak mengerti apa masalah hati.
Dia teman sekelasku ketika SMP, aku tidak tahu kapan tepatnya perasaan itu muncul, tapi benar kata orang ajang curhat-curhat bisa mengubah perasaan. Yang lebih intens curhat adalah kurnia, ia menceritakan soal pacarnya, mantannya, orang yang sedang dekat dan lainnya. aku memposisikan sebagai teman sebelum perasaan itu ada.
Kelas 2 SMP semester 2, aku terpilih menjadi ketua OSIS dan sibuk mengurus kegiatan-kegiatan sekolah, dimana disatu kegiatan dan kegiatan lainnya aku juga bertemu dengan Kurnia. semakin hari semakin dekat semakin dicie-ciein. Aku jadi mulai terbuka dan bercerita banyak hal dengan kurnia. Suatu hari adik kelasku juga suka dengan kurnia, posisinya adik kelas itu juga sangat dekat denganku, aku bingung dengan perasaanku waktu itu, sampai akhirnya kurnia meyakinkan aku bahwa aku pilihannya. Aku datang kepada adik kelasku dan menceritakan keputusanku dan Kurnia. beruntungnya dia menerima dengan lapang dada dan tidak apa-apa katanya.
Dimata ibu, kurnia adalah anak baik yang menjaga aku dengan baik.
Sikapnya mulai berubah ketika memasuki fase-fase akhir SMP, kesibukannya bermain band bertambah, entah mengapa aku tidak pernah menaruh rasa curiga kepadanya. Dulu aku adalah tipe orang yang ketika sudah mempercayai satu orang maka aku akan selalu mempercayainya. Suatu hari temanku yang juga saudaraku menceritakan perihal kegiatan band yang sering kurnia lakukan. Karena dia adalah drummer maka beberapa kali sempat bertemu ditempat latihan dengan kurnia yang seorang gitaris waktu itu. Dia menceritakan adanya hubungan aneh antara kurnia dan vocalisnya, isi pesan beberapa terbaca. Aku tidak bisa mengiyakan hal itu karena aku yakin kurnia gak bakal ngelakuin hal-hal aneh.
Dua hari menjelang dua puluh juni, keputusanku membulat, sapaanku masih baik.
"Jika sayang udah gak nyaman, ayok kita temenan aja. biar kamu lebih tenang jalanin hidup" dia yang sudah jarang banget respon chatku seketika langsung merespon dan mengiyakan. Sekarang aku tahu hal itu dilakukan hanya agar dia tidak merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan. kwkkwkw ngga mikir kesitu dulu.
Aku mengabari dua sahabatku yang juga sahabatnya kurnia, Rohmat dan Dian Arry. Terbukalah apa yang aku tidak tahu, dua sahabatku itu meng-hamdalahkan keputusanku dan menceritakan hal-hal dibalik layar. katanya aku terlalu bucin dan tidak bisa mendengar orang lain ketika sudah sayang sama orang, maka ketika sudah resmi putus barulah mereka menceritakan apa-apa yang perlu kutahu. Aku hanya mengelus dadaku.
2015
Ketika mulai intens lagi berkomunikasi, dia mulai membuka memori, aku yang enggan salah menanyakan apakah aku harus kembali atau sebaiknya tak berurusan lagi. dua sahabatku menyarankan untuk tidak usah memulai lagi atau aku akan sakit hati. lebih rasional aku cukup lama melupakan, sudah lupa maka aku tidak ingin hal itu terulang lagi.
Sejak saat itu hubunganku memburuk, aku tidak mengetahui salahku dimana, kenapa, bagaimana. aku hanya tahu dia begitu membenciku. pernah suatu ketika dia tiba-tiba menyebutku dan mengomeliku digrup alumni. teman-temanku menenangkanku dan mengirimiku pesan pribadi untuk tidak usah menghiraukan ucapannya.
Tahun-tahun berlalu, aku memaafkannya. aku mendengar kabar tentang pernikahannya dan menitipkan amplop kepada saudaranya. mengucapkan selamat menikah dilaman sosial medianya, aku hanya ingin dia tau aku sudah memaafkannya dan melupakannya.
0 komentar:
Posting Komentar