RUMAH

2018
Rumahku sederhana, dulu sewaktu kecil ketika masuk rumah maka masih menginjak tanah, dindingnya masih bata belum diplester, sumurnya masih diluar, tanpa tedeng aling-aling. ada tiga kamar disana, satu ruang tamu, ruang keluarga dan dapur, cukuplah untuk sebuah keluarga yang tidak terlalu besar.

Kata Ibu, dulu almarhum kakak senang sekali ketika Ibu dan Bapak akan membuat rumah, selepas sholat jum'at, anak tiga tahun itu berlari-larian kemudian berganti baju dan mengangkat-angkat batu, katanya " yey kita akan punya rumah " tapi sayang belum sempat rumah itu jadi ia telah kembali pada Illahi.

Rumahku masih seperti yang dulu, bedanya sekarang sudah diplester, menjadi dinding yang bisa disandari, memang masih jauh dari kata minimalis seperti type-type rumah pada zaman sekarang, bahkan sekarang terlihat seperti bangunan tua, aku punya PR untuk merenovasinya memang, tapi belum terealisasi, semoga saja secepatnya.

Meskipun bisa dibilang butut, anak kecil suka sekali bermain dirumah, adem katanya. keponakan-keponakanku juga sering menonton tv dan tidur siang dirumah.

----
2021
Alhamdulillah, meski tak mampu merenovasi secara penuh, tahun-tahun dilewati aku bisa membantu kedua orang tuaku mempunya tempat tinggal yang lebih nyaman. PR-PR ku soal rumah sudah tidak terlalu mengganggu. dari dulu aku selalu bercita-cita kelak ketika aku menikah dan perlu meninggalkan rumah, rumah sudah nyaman untuk ditinggali kedua orang tuaku. ahhhh... mewek kan nulisnya.

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram